Bayangkan berada di kereta subway Seoul yang ramai, lalu berbicara melalui telepon dengan suara keras. Semua penumpang menoleh. Situasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Korea Selatan dikenal dengan budaya sopan dan teratur, sehingga kesalahan kecil dari wisatawan sering menarik perhatian.
Artikel ini mengulas 7 kesalahan umum yang sering dilakukan wisatawan Indonesia beserta solusi praktisnya. Memahami etika lokal akan membuat perjalanan ke Korea Selatan lebih lancar dan menyenangkan.
Kenapa Kesalahan Kecil Bikin Awkward di Korea Selatan
Budaya nunchi di Korea Selatan mengedepankan kemampuan membaca situasi sosial secara halus tanpa kata-kata. Konfrontasi langsung dihindari, tetapi penilaian dilakukan melalui tatapan atau sikap diam-diam. Budaya jeong atau ikatan emosional yang kuat mengharapkan semua pihak mematuhi aturan tak tertulis.
Survei Visit Korea menyebutkan 68% wisatawan merasa “diamati” karena kesalahan etika. Bagi wisatawan Indonesia yang terbiasa dengan budaya lebih santai, hal-hal sederhana seperti berbicara keras atau tidak mengantri dengan tertib dapat menimbulkan kesan kurang sopan. Hafal 5 frasa dasar dalam bahasa Korea sudah cukup untuk menunjukkan rasa hormat.

7 Kesalahan Sepele Wisatawan di Korea Selatan
1. Berbicara Keras di Transportasi Umum
Berbicara melalui telepon atau mengobrol dengan suara lantang di subway Seoul merupakan kesalahan yang paling sering terjadi.
Mengapa menimbulkan masalah? Budaya jeonji mengharuskan ketenangan di ruang publik. Penduduk lokal menggunakan earphone atau berbicara pelan agar tidak mengganggu orang lain.
Solusi: Gunakan mode senyap pada ponsel dan berbicara dengan suara pelan.
Frasa Korea: “조용히 해 주세요” (Joyo-hi hae juseyo) – Mohon berbicara pelan.
Tips tambahan: Unduh aplikasi Naver Map dengan panduan suara untuk navigasi.
2. Makan Sambil Jalan di Jalan Raya
Makan camilan seperti tteokbokki sambil berjalan cepat di area Myeongdong dianggap kurang sesuai.
Alasan budaya: Makan dilakukan dengan duduk di tempat yang semestinya. Makan sambil berjalan dianggap tidak rapi.
Solusi: Cari bangku taman atau food court terdekat.
Frasa Korea: “여기 앉을까요?” (Yeogi anjulkka-yo) – Bolehkah duduk di sini?
Saran praktis: Siapkan wadah kecil untuk camilan darurat.
3. Menancapkan Sumpit ke Nasi
Menancapkan sumpit secara vertikal ke dalam mangkuk nasi saat makan adalah kesalahan klasik.
Makna simbolis: Posisi tersebut mirip dengan ritual pemakaman di Korea, sehingga dianggap tabu di meja makan.
Cara yang benar: Letakkan sumpit di tempat khusus di samping piring. Jangan menyentuh makanan dengan tangan.
Frasa Korea: “잘 먹겠습니다” (Jal meokgetseumnida) – Selamat menikmati makanan (sebelum makan).
4. Memberikan atau Menerima Barang dengan Satu Tangan
Memberikan uang atau kartu nama hanya dengan satu tangan saat bertransaksi di minimarket kurang tepat.
Alasan budaya: Menggunakan satu tangan dianggap kurang hormat. Korea mengharapkan penggunaan dua tangan disertai sikap hormat.
Cara yang tepat: Gunakan tangan kanan untuk memberikan barang, sementara tangan kiri menopang siku kanan.
Frasa Korea: “감사합니다” (Kamsahamnida) – Terima kasih, disertai anggukan kepala.
Situasi umum: Berlaku untuk transaksi di restoran, toko, atau taksi.
5. Memasuki Ruangan dengan Sepatu
Memasuki rumah teman atau restoran tradisional dengan sepatu masih menjadi kesalahan umum.
Alasan budaya: Lantai ondol (sistem pemanas tradisional) adalah kebanggaan rumah tangga Korea yang harus tetap bersih.
Tips praktis:
- Perhatikan tanda “shoe off” di pintu masuk
- Siapkan kaos kaki bersih
- Berhati-hatilah jika lantai licin
Frasa Korea: “신발 벗을까요?” (Sinbal beotulkka-yo) – Perlukah melepas sepatu?
Fakta: 95% restoran tradisional mengharuskan melepas sepatu.
6. Menunjuk Orang dengan Jari Telunjuk
Menunjuk pelayan atau teman dengan jari telunjuk dianggap tidak sopan.
Alasan budaya: Jari telunjuk melambangkan ancaman. Penduduk Korea menggunakan telapak tangan terbuka atau anggukan dagu.
Cara yang tepat: Gunakan telapak tangan menghadap atas dan gerakkan perlahan.
Frasa Korea: “저기요” (Jeogiyo) – Permen di sana (untuk memanggil pelayan).
Catatan: Jangan menyentuh kepala orang lain karena maknanya spiritual.
7. Tidak Mengantre dengan Tertib atau Mendorong Orang
Melewati antrean atau mendorong orang lain saat ramai adalah pelanggaran serius.
Alasan budaya: Mengantre adalah nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari Korea. Dorongan dianggap egois dan kurang peka sosial.
Solusi: Bersabar dan tunjukkan isyarat untuk memberi prioritas.
Frasa Korea: “먼저 가세요” (Meonjeo gaseyo) – Silakan duluan.
Data: 82% konflik wisatawan berasal dari masalah antrean (Korea Tourism Organization).
Baca Juga: Ingin Liburan ke Korea? Belajar Bahasa Korea dari Lokasi Syuting Drama Favoritmu
Perbandingan: Kesalahan vs Cara Sopan Korea
| Kesalahan Sepele | Dampak di Korea | Cara Benar | Frasa Korea |
| Bicara keras subway | Pindah gerbong | Bisik/earphone | 조용히 해 주세요 |
| Makan sambil jalan | Tatapan sinis | Cari bangku | 여기 앉을까요? |
| Sumpit di nasi | Shock tuan rumah | Holder samping | 잘 먹겠습니다 |
| Satu tangan bayar | Dianggap kasar | Dua tangan + bow | 감사합니다 |
| Pakai sepatu dalam | Rumah jijik | Lepas di pintu | 신발 벗을까요? |
| Jari telunjuk | Ofensif | Telapak tangan | 저기요 |
| Dorong antrean | Viral TikTok | Sabar + kasih duluan | 먼저 가세요 |
Tips Adaptasi Cepat buat Turis Indonesia
- Amati perilaku lokal selama 5 menit pertama di setiap tempat baru
- Pelajari frasa dasar melalui materi bahasa Korea pemula di [hansarang.id/blog/materi-dan-tips-belajar-bahasa-korea-untuk-pemula/] – kosakata salam, angka, dan percakapan sehari-hari
- Ikuti kelas Bahasa Korea Hallyutalk Hansarang (promo khusus musim liburan)
- Gunakan aplikasi pendukung: Papago untuk terjemahan, Naver Map untuk navigasi, Kakao T untuk taksi
Tips lanjutan: Aktifkan “manner mode” pada ponsel Korea untuk mode senyap otomatis di transportasi umum.
Memahami 7 kesalahan sepele ini akan membantu menghindari ketidaknyamanan selama liburan di Korea Selatan. Menerapkan nunchi dasar dan beberapa frasa sopan akan memudahkan penerimaan dari penduduk lokal.
Liburan nyaman di Korea dimulai dari pemahaman budaya yang benar. Selain menerapkan tips di atas, kamu juga bisa gabung di kelas Hallyu Talk di Hansarang untuk belajar cara berkomunikasi yang natural seperti warga lokal.
Ingin konsultasi gratis mengenai kelas bahasa Korea? Klik di sini untuk menghubungi tim Hansarang, dan ikuti media sosial IG dan TikTok agar kamu tidak melewatkan informasi lainnya!






